Monday, November 7, 2011

something special.

*One of my fav ad, shared by my Behavioural Science's lecturer. =)



"Why am I different from others?"
"Why do you have to be like others?"

You don't have to be like others to shine. 

You are born special. Each one of us was born special. 
You just have to treasure what is the special element within you. 
And there's no secret ingredient to make it special, you just have to believe that it is special. 
;)
p/s : this is random but this advert reminds me of this hadith,

"Manusia seperti logam, terpilihnya mereka semasa jahiliyyah, terpilih juga mereka semasa Islam, sekiranya mereka faham" (Muttafaq alaih)

Wednesday, November 2, 2011

Take five.



Bismillahirrahmanirrahim.

Amaran : post ini tidak tersusun langsung dan berbahasa rojak. Sekadar contengan di sore rabu.

*accidentally fall asleep in class*
MissX : Hei hei bangun bangun. Belajar untuk ummat kannnn. (sambil pukul2)
Kiddo : *rasa tertampar ya di situ*

Scene di atas memang kerap berlaku. Hal ini disebabkan oleh sifat pemalas dan mudah tertidur saya di dalam setiap lectures yang saya hadiri. Ok, cukup ayat esei sampai disitu.


Seronok kan?
When you have a friend who constantly remind you the purpose you're there at the university. =)

It's interesting being a medical student, at least for now. It really makes you think that Allah is SOOOOO superior and SOOOOO genius.

Cumanya, errr agak takut kalaulah course ini akan menjadikan saya satu manusia robot yang tidak ber-ruh dan hidup dalam rutin yang errr sama setiapppp hari. Sebabnya, setiap hari...
Kami lebih banyak diingatkan untuk strive dan struggle untuk menjadi seorang doktor compared to betapa kuatnya kami kena berkerja untuk menjadi muslim ideal.
Dan kami lebih banyak ditekan untuk fokus dalam kerjaya sebagai doktor, sedangkan kami ada tugas dan fokus lain yang lebih besar kat bumi Allah ni.
Er, bukan nak kata salah bila diingatkan dengan benda2 macam tu. Tak, betul dah apa yang dipesan. Cuma cumaaaaa, bagi orang yang sangat mudah alpa, lalai, lupa macam saya - Ini adalah satu benda yang bahaya!

We, human beings are created in a very complex way. Kalau tak, tak kan lah wujud satu fakulti untuk belajar pasal body manusia ni je kan. So, the question here is...

Sesuatu yang dicipta dengan sangattt teliti dan sangat payah (pada pandangan manusia lah) ni pastinya diciptakan untuk sesuatu yang sangatttt besar.
Analoginya di sini... sebuah mesin yang sangat canggih pastilah dicipta dan direka dengan sangat teliti supaya ia dapat berfungsi dengan baik dan tip top gitu.
Contohnya Supercomputer yang boleh perform 1,000,000 instructions dalam 1 saat. Woahhhh.
Kita manusia, penciptaan kita jauhhhh lagi kompleks dari penciptaan supercomputer. Buktinya, ada ke manusia yang dapat cipta manusia lain yang bisa berfungsi semacam manusia normal yang lain?
Pastinya enggak ada kan?
Ya, iyaa lah.  
Jadinya, pasti ada sebab mengapa kita diciptakan, pasti punya tugas yang payah yang seharusnya kita laksanakan.
Ya, iya lah. Kamu ni ngapain sih? Cakap straight to the point aja kan bisa.
Point saya di sini ialah....

Allah tak cipta saya untuk jadi seorang doktor, engineer, nurse, PM, businessman etc. Tapi Allah kata Dia jadikan saya sebagai seorang khalifah dan untuk saya beribadah pada Dia.

So?
Kalaulah saya lebih terkejar-kejar untuk menjadi seorang doktor, maka saya telah mensia2kan tujuan saya diciptakan. Kan kan?
Umpamanya Supercomputer tadi digunakan untuk tujuan2 mudah yang komputer lain pon boleh buat. Penggunaannya tidak diutilizekan sepenuhnya. Jadi, sia2 lah kan?

Errrrr....Ya, emangnya gitu. Tapi enggak ada salahnya kok bercita2 tinggi. 
Ya benar. Tapi itu tak bermakna saya bisa mengambil enteng, memandang sebelah mata sepet tugas asal saya dilahirkan. =)

And [mention, O Muhammad], when your Lord said to the angels, "Indeed, I will make upon the earth a successive authority." (2:30) 


And I did not create the jinn and mankind except to worship Me. (51:56)


I've found this quote below and am liking it.
Pelik dan kelakar;

Ramai di kalangan kita yang memakai
title 'Muslim' sejak dari lahir,
tapi berapa ramai yang benar-benar faham
mengapa mereka memakai title itu.

Tapi ramai pulak yang memakai title
Doktor, Engineer, Akauntan, Arkitek, Usahawan, dll.,
hanya selepas 20~25 tahun mereka lahir,
tapi sangat pakar dalam bidang mereka.

Ramai yang tahu mereka tak nak mati dalam
keadaan kehilangan title 'Muslim',
dan ramai yang tahu title kedua mereka
tidak akan mempunyai makna selepas mereka
mati nanti.

Title mana yang lebih lama kita pegang?
Tapi title mana yang lebih kita faham?

Pelik dan kelakar!





Dan hakikatnya, menjadi seorang khalifah dan 'abid bukanlah semudah menaiki bas untuk ke kampus di Pandan Indah.
Kalau lah ia mudah, mestinya kita semua dah berjaya perform tugas tuh dengan baik dan sangat hebatttt sekarang.
Dan pastinyaaaaaa tidak akan muncullah berita2 dasat seperti;
"Bapa meliwat anak berusia 24 hari"
"Pelajar mengaku terlibat seks luar nikah sejak berusia 12 tahun"
"Bayi pelajar tingkatan 4 maut dikelar ibunya sendiri"

Dunia makin tua.
Masyarakat makin hilang kemanusiaan.
Ummat ini jelas membutuhkan kita.
Maka, bisakah kita rasa aman? Berenang-renang dalam lautan lectures note, dihimpit buku Guyton dan Gray's Anatomy SEMATA-MATA? =(

Er.. jawabannya pada kita.

"Kita harus punya arah hidup... the way of LIFE!"
(currently, my fav video)

Am going to end this post with a great reminder by Kiai Ustaz Rahmat Abdullah ^_^

"Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai fikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di saat lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai.

Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedut kekuatan pada diri. Hingga tulang belulangmu, daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.

Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Baginda memang akan tua juga. Namun kepalanya beruban kerana beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Beliau memimpin hanya sebentar. Namun kaum muslimin sangat terkesan dengannya. Tidak ada lagi orang miskin yang boleh diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sukar membayangkan sekeras apa seorang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai gugur. Hanya dalam 2 tahun beliau sakit parah kemudian meninggal. Dan memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.

Dan di akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin al-Khattab juga terlihat terkoyak-koyak hingga kepalanya menjadi botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelaskan dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang soleh, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya ketika solat.

Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.

Tidak! Justeru kelelahan. Apalagi rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih "tragis". Justeru kerana rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani kerana rasa sakit itu selalu mengintai ke mana-mana mereka pergi yang akhirnya menjadi adaptasi biasa.

Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada. Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak dirasa lagi sebagai luka. Hingga "hasrat untuk mengeluh" tidak lagi terlalu menggoda berbanding jihad yang begitu aman, selesa apalagi berkecukupan.

Begitupun Umar. Apabila Rasulullah wafat, beliau histeria. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada Abu Bakar. Namun beliau seringnya "ditinggalkan", hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam suntikan bagi iman.

Dakwah itu tiada henti melainkan mati!
Janganlah keselesaan yang dimiliki melupakan diri hingga membiarkan mereka yang lainnya bersendirian bergelumang dalam lumpur kumuh membaiki moral ummat hingga dirimu berada di dalam lingkungan kelompok empukmu sahaja.

Sedarlah wahai para kader-kader di Jalan Allah!!

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”

-Sungguh kalau iman dan syaitan terus bertempur. Pada akhirnya salah satunya harus mengalah-"

Assalamualaikum.

*told ya, post yang sangat berterabur

Saturday, August 27, 2011

becoming a medical student.... oh snap.

Bismillahirrahmanirrahim.

Warning : grammatical errors, blabbering.


TWO roads diverged in a yellow wood,
And sorry I could not travel both
And be one traveler, long I stood
And looked down one as far as I could
To where it bent in the undergrowth;

In a few days... My life as a medical student will begin. But... to start the journey as a doctor-to-be, I am not clear of myself too. I mean, hello kerja doktor penat tahu. Tidur tak cukup, makan tak kenyang, masa tak banyak. Where's the fun?


And the question that has been playing in my mind since long agooo... is... Will I survive in DnT with the hectic schedules? (er masa dah jadi doctor nanti lah)
Or
Will I turn into a robot who is so-called-doctor, doing the same things everyday AIMLESSLY as if I have a reset button on my back? and slowly... forgetting the purpose of my life?

Until....

"Akak tak pernah minat pon dengan medic. Redah je. Tapi lepas akak ikut tarbiyyah, akak sedar Aku nak jadi doktor ni sebab Islam. Sebab Allah. Sebab ini caranya aku nak berdakwah kat orang" -Graduated medical student from Jakarta-

For the sake of Islam. Sounds cliche? Yesss but duhh, it's the answer that I've been looking for.
Not that I never knew that we must do everything only for the sake of Allah.
Not that no one ever told me about that. I've been reminded this lots of time.
But, maybe... because this time, it came out from a medical student itself -(an extra credit: she's a graduated med student. an add up point: murabbiah ;) huu )
If you're doing your work or preparing for you career for the sake of the worldly things - $$$, pangkat, nama, etc... you will come to no end. Because we will never be satisfied for what the dunya can give us.
"What is the life of this world but amusement and play? but verily the Home in the Hereafter,- that is life indeed, if they but knew" - (Al-Ankabut:64)
If you wanna be a doctor, because you wanna help people, do good things, give something to the community etc... then what's the different between you and the other non-muslim doctors from all over the globe?
If you're taking medicine, JUST because you have a special feeling for biology, anatomy, physiology or whatever (i-dont-know-i'm-not-yet-a-medical-student), you will come to an end, er not a good one - that's when you start to get bored of the world of a doctor.
But but but.

If you're studying, no matter what course (accountancy, dentistry, medicine, dietetic etc) for the sake of Allah; to obtain His pleasure, to serve the Ummah or to make Islam proud... With Allah wills, you will be able to walk your journey well. Because this is just like a drama in which you know that a happy ending is awaiting for you at the end of the long-tiring journey. You believe in Allah, in HIS promises and that's the reason why you wont give up (hei hei saya jenis pengalah).


10. O ye who believe! Shall I lead you to a bargain that will save you from a grievous Penalty?-
11. That ye believe in Allah and His Messenger, and that ye strive (your utmost) in the Cause of Allah, with your property and your persons: That will be best for you, if ye but knew!
12. He will forgive you your sins, and admit you to Gardens beneath which Rivers flow, and to beautiful mansions in Gardens of Eternity: that is indeed the Supreme Achievement.
(61:10-12)

You will fall sometimes, but again, duhhh, its human nature. We have our ups and downs moments but with FAITH, it's easier to stand up again and smile after each falls. It's okay to fail, it's okay to get low marks, it's okay to cry. ^_~

‎"what if every single stumble, every challenge, every experience in our life was only intended for one purpose: to bring us back to our origin? What if every win, every loss, every beauty, every fall, every cruelty, and every smile was only intended to unveil another barrier between us and God? Between us and where we began, and where we are desperately seeking to return?" Suhaibwebb.com

But (ye banyak but di sini). Well, we plan, HE plans, and He is the best planner. Mungkin doktor atau apa2 je lah course yang kita ambik bukanlah kerjaya yang terbaik untuk kita. The most we (students) can do now are to pray, give our best effort and tawakkal. kamu buat 3 benda itu, kamu gagal, kamu bukan pengalah. =) Cop, best effort ye, bukan hangat2 tahi ayam style punya effort.
Ok.
Why did I write this?
Er. entah kamu banyak bebel, isi kurang.
Isi penting : Buatlah apa-apa pon, kerja, belajar atau apa2 sekalipon... buatlah sebab tu tu Yang Satu tu, Ar-Razzaq, Al-Wahhab, Ar-Rahman, Ar-Rahim, nescaya kamu tak akan rasa ingin putus asa.
Niat tersembunyi : motivation for myself to start off as a medical student. ['',]b

D : "Kamu kenal kak XXX?"
G : "Tak"
D " "Dia doktor, anak lima dah. Tapi aktif je dalam DnT. Bawah dia ada 800++ adik yang dia kena jaga. Jadi tak ada alasan- tak ada masa. Kalau kita nak, boleh je sebenarnya"
G : *determined, in-awe face*



I shall be telling this with a sigh
Somewhere ages and ages hence:
Two roads diverged in a wood, and I—
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference.
Sekian, assalamualaikum.

Monday, August 8, 2011

30 days... seeking for love.


Bismillahirrahmanirrahim.

10 hari dah habis. Tinggal 20 hari lagi. So, have you found your love? ;)

Wahai orang-orang yang beriman! Kamu diwajibkan berpuasa sebagaimana diwajibkan atas
orang-orang yang dahulu daripada kamu, supaya kamu bertaqwa (2:183)
The purpose of fasting has been stated in the Qur'an and that is laalakum tattaqun (english translation : So that you may become pious)

The holy month of Ramadhan is one of the signs of Allah's love to His servants. It's a sacred month for the Muslims, its like a yearly bonus for the workers after a long period of working... This whole month is a gift given by the Lord to make us as one of the muttaqin.

Some people say that this month is like a big examination, where you have to show your best effort after studying for the whole year. Those who do well in the past months will have an easier path in getting an A- becoming a muttaqin.

And some may think of Ramadhan as a motivational or a training camp in which we get the chance to renew our spirit and start everything anew again. But as usual, the effect of motivational camp wont really last if you're not determine enough.

"Bulan Ramadhan ni macam sale hujung tahun dekat hypermarket. Bayangkan Tesco buat jualan murah. Buy 1 free 10. Semua tol ke Tesco free. Jalan2 yang rosak diperbaiki. Lampu isyarat ke Tesco hijau sepanjang masa. Rugi tak kalau kita tak pergi jugak?" UstazArif

I love the way the Ustaz related the month of Ramadhan with a year-end sale.


We already know that there are so much things offered to us during this one month. Jadi enggak perlu diulang lagi perkara yang sama kan.

mode : bahasa melayu

oh oh sejak er suatu masa yang lalu sangat suka dengar orang bercakap pasal iman. sangat suka baca cerita kisah sahabat yang imannya ummphh. sangat suka dengar orang cerita pasal sifat orang beriman. suka suka suka tapi susahnya lah nak jadi orang yang beriman mantap.

"Iman dan cinta tu Allah yang kasi. Kalau takde iman macam mana nak ada cinta kat Allah" -A-

Sebelum seorang kawan cakap benda di atas, saya tak pernah tahu pun ada bond yang sangat kuat antara Iman dan cinta. haa mana pernah kisah pasal benda2 tuh. iman? percaya dan yakin dalam hati, dibuktikan dengan amal dan diucapkan dengan kata-kata. ok dalam exam - 2 markah. praktikalnya? errr.....

Ok banyak bebel . dah cukup.

hipotesis : semakin kuat keimanan kamu, semakin kuat cinta kamu.

Kalau bukan kerana iman dan cinta...
Nak ke Abu Bakar keluarkan semua harta dia untuk Perang Tabuk dan bila ditanya apa yang kamu tinggalkan untuk isteri dan anak2 kamu, dia jawab "Aku tinggalkan untuk mereka Allah dan rasulnya"
Kalau bukan kerana iman dan cinta...
Nak ke Khabbab bin Arat biarkan kulitnya dipanggang untuk pertahankan dua kalimah syahadah?
Kalau bukan kerana iman dan cinta...
Sanggup ke Uwais al-Qarni tinggalkan ibu dia yang sakit semata-mata untuk bertemu rasulullah?
Kalau bukan kerana iman dan cinta...
Possible kah untuk pemimpin2 Islam yang hebat- Salahuddin al-Ayubi, Muhammad al-Fateh, Sultan Abdul Hamid utnuk muncul?
Dan kalau bukan kerana iman dan cinta...
Sampaikah Islam pada kita hari ini?
(Dan bermacam2 'kalau bukan kerana iman dan cinta' lagi lah)

Tengok-tengok. Wah wah best kan impak iman dan cinta?

Itu mereka. Kita? Bila lagi nak rasa penangan iman dan cinta?
Maka kawan2, dengan bonus 30 hari yang Allah kasi kat kita ni, inilah masanya untuk mencari cinta! lets strive to our fullest and do our best to plant the seed of love and faith within us :)

The shaytans are not here with us now. Tinggal kita dan nafsu kita. So, what are we waiting for? Grab the chance and dont lose the opportunity because we never know if we're going to meet the next Ramadhan.

Conclusion : Those who believe in Allah and love him will do anything for the sake of His Deen.

Let's seek for the greatest love of all ^_^

Akhir kata...

Dari Abu Hurairah R.A katanya: Rasulullah SAW bersabda:"kecewa dan merugi orang yang bila namaku disebut dia tidak mengucapkan shalawat atasku, kecewa dan merugi orang yang berkesempatan hidup di bulan ramadhan tetapi tidak terampun dosa-dosanya,kecewa dan merugi orang yang berkesempatan hidup bersama orang tuanya tetapi dia tidak bisa sampai masuk surga ,"
(Hadis Riwayat Imam Ahmad)

-the end of a short, and post yang tak ter organized-


Tuesday, July 26, 2011

Make yourselves happy – Be Positive.


Are you feeling sad?

Are you crying inside?

Are you carrying loads on your shoulder?

Don’t worry! There’s not a problem without a solution in this world! (and that exclude mathematics’ question for me – I hate maths)

There are moments in our lives where we will feel so lonely, that we’re about to break into pieces because nobody seems to understand us or wants to listen to us. Or maybe everything seems so hard and impossible to solve and there seems like no hope ahead.

But… believe me…

There is always a WAY OUT. And there is always SOMEONE who cares for you.

The key point to feel happiness is à B +! (Be Positive)

You know that you can’t change what God has fated for you. But you can change what’s inside you.

First of all, why are you feeling sad?

Is it because you don’t get something that you want?

Or do you lose something or someone important?

Or are you disappointed with someone?

If I try to list out all the possibilities, then I will never really get to start writing.

Do you realize that most of the times when we’re feeling sad, it’s because of something worldly? And yes, when I said worldly things, LIVING THINGS are included too.

Ok, I’ll stop blabbering now. I’ll just get to the points. Whenever you think that it’s hard to smile or the burden hanging on top of you is too hard to lift, take note of these things…

1) Allah knows you can handle the test

No matter how hard the test you’re facing… Allah knows your strength. Prove

Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Ia mendapat pahala kebaikan yang diusahakannya, dan ia juga menanggung dosa kejahatan yang diusahakannya. (2:286)

And if you’re able to go through the problems calmly, it shows that you’re having another key to happiness, PATIENCE.

The harder you’re tested the more rewards you will be given… if and only if you stay patient!

2) Allah gives you what you NEED and not what you WANT.

I want to go to Jordan but Allah keeps me here. Why? Because HE knows this is what I need. We’re human being. We can plan…. But keep in head, HE is the best planner!

"Wamakaru wamakarallah wallahu khairul makirin.."

You can try… you should try to gain something that you’re dreamed of. TRY all you might, give your best EFFORT, PRAY to Him, and be CONTENT with whatever you will get in the end.

Because after all, it’s not “I make it happen”… It’s “Allah lets it to happen”.

3) Allah listens to your prayer

Even when you’re not reciting your do’a loudly, HE still listens right? So, knowing that Allah knows your condition, what’s in your heart should actually please you and put your heart at rest.

Knowing that Allah knows our condition give us patience with Allah’s decision – Imam Ibn Ata’Allah

Instead of sharing our problems to PEOPLE, turn to The Creator first, The One who LISTENS and SEES everything.

Dan Tuhan kamu berfirman: “Berdoalah kamu kepadaKu nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong takbur daripada beribadat dan berdoa kepadaKu, akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina. (40:60)

4) Some people suffer even more than us

This is to avoid the thinking, “Oh masalah aku lah paling besoo sekali”.

When you’re whining about the foods that you’re eating, remember there are people out there who don’t even afford to buy a SIMPLE meal.

When you’re whining about the so-little-money in your pocket, remember some people don’t even have a penny.

When you’re whining about your parents or siblings, remember some people don’t even have the chance to get the love of a FAMILY.

When you’re whining about all the assignments and the workload, remember some people don’t even get the opportunity to pursue their studies.

Less whine, more fun.

5) Recheck your Iman

A believer has no problem that he cant overcome. So, ask ourselves are we good enough as a believer? Have we really tried our very best to please the Almighty?

A tree can’t stand strong without its root. And we too, can’t withstand the problems and challenges of lives without the REAL FAITH. Water your trees well; expose it to the sunlight… May it produce beautiful fruits or flowers!

Lastly, before I end this… I would love to share a story of a friend of Hassan al-Banna.

Suatu pagi Hasan al Banna datang menemui sohibnya Abbas as Sisi, dan ternyata mata Abbas sembab dikarenakan sepanjang malam terus menangis. Dan sekita itu juga ditanyalah oleh Hasan al Banna, “ya Akhi, kenapa matamu sembab seperti itu?” Abbas as Sisi pun menjawab, “Aku menangis semalaman karena ada tanah kaum muslimin yang dirampas oleh para komunis.” Dan seketika dijawab oleh Hasan al Banna, “Berarti kamu sudah mulai menapaki jalan dakwah ini.”

Menangis kerana ummat - Ini baru cool! ^______^
assalamualaikum...

Friday, July 22, 2011

erti hebat?

Most people only see the result of amazing, the effort put into being amazing is what is really
amazing. (abdulbary.tumblr)

Assalamualaikum ! ^_^


Define Amazing?
Extremely surprising or Very good.
atau dalam bahasa kebangsaannya Hebat. (betul kann?)

Sebenarnya manusia (saya saya) selalu mengambil apa yang terzahir.

Contoh?
4 flat itu amazing!
Betul ke? Salah, cuba lagi!

Kita, manusia selalu tengok apa yang ada depan mata. Percayalah, apa yang lebih dikira Allah ialah usaha =)

Meski kamu dapat kurang dari 2.0 sekali pun tapi usaha kamu sangat umppphhh, dari segi persediaan mental, rohanai atau jasmani, kamu lebih berhak bergembira daripada orang yang dapat 4.0 tapi usaha ala kadar je.

Pernah dalam satu daurah, ditanya soalan ni...

Kamu mahu...
belajar 7 jam dan dapat gred F
atau belajar 2 jam dan dapat gred A?

"2 jam... dan menjaga hubungan dengan Allah dan teknik belajar yang betul.." jawab peserta dengan yakin.

"tak boleh tambah syarat2 yang lain...ok lah kalau dua2 pihak yang belajar 7 jam dan 2 jam ni dua2 pon jaga hubungan dengan Allah, hubungan dengan manusia. Qiam tak tinggal.. ibadah lengkap..teknik belajar pon sama.. kamu mahu yang mana? belajar 7 jam dan dapat gred F atau belajar 2 jam dan dapat gred A" kata tukang soal.

Ehem. Susah nak jawab tapi jawab jugak, " belajar 7 jam dan dapat gred F "

Because in the end, it is not the result that will be asked to you.
"Wahai Atikah, SPM dapat berapa?"
tapi yang akan ditanya adalah...
"Wahai Atikah, apa usaha yang kamu buat untuk SPM?"

Jadi...

Kamu tahu apa itu yang amazing sebenarnya?
Hebat yang sebenarnya bukan terletak pada keputusan, tapi pada usaha seseorang.
Tapi itu lah human nature, kita nak result yang elok2 je kan?
Tapi kan, yang elok pada kita, mungkin sebaliknya pada Allah kan?

Kamu diwajibkan berperang (untuk menentang pencerobohan) sedang peperangan itu ialah perkara yang kamu benci; dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jualah Yang mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahuinya. (2:216)

Mungkin 2.0 adalah yang terbaik buat kita... dan Allah kasi kita 2.0 untuk kebaikan kita juga.

"Hei hei cakap senang lah"

Yuppp, cakap memang senang. Taip lagi senang. Kalau bukan kita yang berada dalam sesuatu situasi tu...

Tapi kan, orang yang beriman itu kan orang yang yakin? dan rukun iman tu kan salah satunya 'percaya dengan qadha' dan qadar?
Sebagai orang yang beriman sepatutnya, hati kena rela dan redha dengan segala apa yang Allah
tentukan kan?

Mungkin Allah kasi apa yang kita tak mahu tu sebab Allah nak kita lebih banyak berdoa dekat dia?
Mungkin Dia nak uji iman kita?
Mungkin Dia nak kita lebih dekat?
Mungkin ini cara Dia nak tarbiyyah kita?
Sebab hakikatnya, manusia bila diuji dengan kesusahan... ketika itu lah dia akan kembali ke arah Yang Maha Kuasa itu...



ulang suara... cakap senang lah..

yaaa...
tapi sebenarnya itulah pentingnya memelihara keimanan ! =)
dengan iman lah kita dapat ke hadapan...

Ketahuilah dengan “zikrullah” itu, tenang tenteramlah hati manusia. (13:28)

“ Sungguh menakjubkan perihal orang mukmin kerana semua perkara yang menimpanya ialah kebaikan dan tidaklah berlaku perkara ini melainkan hanya kepada orang yang beriman. Apabila dia diberi nikmat lalu disyukurinya maka menjadilah nikmat itu sebagai kebaikan baginya. Sebaliknya apabila dia diuji dengan musibah maka dia bersabar lalu menjadikan pula musibah itu sebagai kebaikan baginya” (Hadith sahih riwayat Muslim no. 2999).
hoho. jeles kan dengan orang yang imannya mantap?
bukan jeles semata-mata yang kita mahu.
sekadar kagum... heh tak ke mana.
maka berusahalah untuk menjadi orang yang beriman kental ^___^

So so...
Believe.
Have Faith.
Yakin.
Percaya.
Shiawase
With whatever Allah has destined you with =))

Eh cop, tapi itu bukanlah bermakna

"Aku dah ditakdirkan miskin selama-lamanya... buat apa nak berusaha lagi.. Redha..."

Salah konsep dong di situ.=_=''
Apa yang sepatutnya berlaku ialah,

"I'll do my best and I will let Allah do the rest"

Akhir kata, kita nak hebat pada pandangan Yang Maha Hebat, bukan sekadar hebat di mata manusia kann?

Sekian saja entry yang pendek dan secara bermalas-malasan. =)
Moga Dia redha.

Monday, July 18, 2011

Palestine, alazi barakna hawlahu =)


“Orang yang tidak menyibukkan dirinya dengan masalah yang besar akan menyibukkan dirinya dengan masalah yang kecil”

Dr Hafidzi Mohd Noor, 16 Julai 2011, Senawang.

There is not much that I can say about Palestine, but I’m just trying to spread some love. =)

The phrase above was said by a respected man regarding the issue of Palestine. The occupation in Palestine is a big issue. But, not many people realized that… just yet. They are so into their lives. All they care about is their money, family, works, or studies.

Say: If it be that your fathers, your sons, your brothers, your mates, or your kindred; the wealth that ye have gained; the commerce in which ye fear a decline: or the dwellings in which ye delight - are dearer to you than Allah, or His Messenger, or the striving in His cause;- then wait until Allah brings about His decision: and Allah guides not the rebellious. (9:24)

And I was like that too…

“Palestine is just a country”

“Why do you have to fuss about Palestine so much?”

“It’s a war. We can’t do anything. It’ll stop…someday”

“Why don’t they just share their country with Israel? It’s as simple as that!”

“There are poor people and orphans too in our country, why should we help them?”

Some of the statements above… I used to have them on my mind too back then. I was so unclear of the importance to support Palestine. Slowly, I regain conscious… this is not just about the Palestinian people. It is way more than that.

For this post, lets find the answer to the statements above.

Palestine is just a country.

Says who? It’s not JUST LIKE any other countries. There are about 70 verses in the Qur’an regarding Palestine. And the Qur’an keeps saying that this is a blessed land. Says who? Allah says.

سُبۡحَـٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَيۡلاً۬ مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ٱلَّذِى بَـٰرَكۡنَا حَوۡلَهُ ۥ لِنُرِيَهُ ۥ مِنۡ ءَايَـٰتِنَآ‌ۚ إِنَّهُ ۥ هُوَ

ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ

Maha Suci Allah yang telah menjalankan hambaNya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjid Al-Aqsa, yang Kami berkati sekelilingnya, untu memperlihatkan kepadanya tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Allah jualah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. (1) Al-Isra’

The blessed land of Palestine has been repeated 5 times in the Qur’an.

Al-Anbiya ayat 71, Al-Anbiya ayat 81, Saba’ ayat 18, Al-A’raf ayat 137, Al-Isra’ ayat 1.

And it’s not just that. Isn’t this the land where our first qiblah supposed to be? Isn’t this the landof the anbiya’? Isn’t this the place where Masjid al-Aqsa is located? So, if your answer is yes, it’s not just another country.

Why do you have to fuss about Palestine so much

It’s not really directly related to the issue of Palestin but do you know the story of Suraqah bin Malik?

He was once a musyrikin (non-believer) during the time of Hijrah. When he heard of the news that whoever managed to capture Muhammad s.a.w, dead or alive, that person will be rewarded 100 red camels. He was blinded by the rewards offered. Of course, who won’t anyway? So, whole-heartedly, he went to look for Muhammad and it was very fortunate for him because he managed to catch up with Muhammad. He was very near to our Prophet when the camel (some said horse) of his fell to the ground. And the same thing repeated thrice. Subhanallah. Later onafter a few dialogues between them, our Prophet told him, “What do you think o Suraqah, if you wear the bracelet of Kisra (King of Persia)?”. Of course, he was shocked, he never thought that he could even actually see how Kisra’s bracelet going to look like. So, he let go of our Prophet and kept Al-Amin’s promise within him.

10 years later, during fathu makkah, he went toMuhammad s.a.w and recited the syahadah. Days passed by... and during the time of Caliphate Umar, Islam managed to conquer Persia and changed the system of the country. And... Yup, you are right there, Umar handed the bracelet of Kisra to Suraqah. Ok, lets stop at that point.

My point is Prophet Muhammad s.a.w knew that one day, Islam would actually ruled Persia.

Now look at this...

“Sekumpulan dari kalangan ummatku akan mempertahankan kebenaran, mereka mengalahkan musuh2 mereka dan orang2 yang menenteng mereka tidak dapat mengalahkan mereka dan mereka hanya mendapat sedikit kerosakan sehinggalah datangnya kiamat mereka tetap dalam keadaan demikian.” Para sahabat bertanya “Dimanakah mereka hai Rasulullah?” Rasulullah menjawab “Di Baitul Maqdis dan disekelilingnya.” (Hr Abdullah bin Ahmad dan Thabrani – para perawinya thiqah)

Isn’t this a sign, an urge for us, to free Palestine? Well, we might not be able to really fight in the battlefield, but there are so many things that we can actually do to help, right? =)

Abdullah ibn umar bertanya pada Rasulullah SAW "Ya Rasulullah, terangkan kpd kami hukum menziarahi BaitulMaqdis. "Jawab Rasulullah SAW, Ziarah dan solatlah di sana. Sekiranya tidak mungkin (ziarah dan solat) maka kirimkanlah minyak untuk lampu-lampu (bagi menerangi masjid) – Sahih Bukhari

We can help them through our money. Now, there are so many NGO’s out there that can channel our money to Palestinians. Ok, if we’re not capable of donating money, how about... not spending our money for Israeli’s products (aka boycott)? The five products listed here are the major financial source for the zionists, L’oreal, McDonald, CocaCola, Nestle and Starbucks.

“alahai... bukannya banyak pon... tak sampai RM10 pon! Ada ke effect boikot2 ni?”

Mister, if there are 10 thousands more people like you, just imagine, how much have we wasted our money just to destroy our sisters and brothers in Palestine? Hmmm...

Next, what else can we do? Pray for them and of course, spread the love of Palestine J

Why don’t they just share their country with Israel? It’s as simple as that!

Ouch! =_=’’ how could you… okay,

Someone rob your house, telling you to leave. And now the police demand you to share your house with the robbers… and the robbers are giving you ‘only the kitchen’ side. Is that okay with you??

The same case is happening with Palestine. The PBB gave a small portion of their land to the Jews, and that small portion is turning big now. Israel is not even a country at first. And if you expect the Palestinians to SIT and WATCH, you’re wrong.

There are poor people and orphans too in our country, why should we help the palestinians?

If it’s not us, then who would help them?

Do you expect them to work? Ok, some of them do work (The fishermen cant catch fishes 2m away from the land or else they will be shot down)

Do you know that they are lacking of clean water supply?

Do you know that they are being attacked every single day?

Do you know that they are trapped in their own homeland?

Do you expect that they will be fine without our supports? Their family are being killed, and nobody wants to help… This can kill their spirit to keep fighting.

“Lebih baik tolong orang kita (Melayu) yang susah…”

Just asking, do you realize that all of these races thingy are something that the West created for us so that we can’t stay united? If you believe that negara bangsa is actually a good thing, you have just fallen into their trap. Bingo!

“Tiada kelebihan seseorang terhadap yang lainnya melainkan dengan taqwa kepada Allah”. (Hadith Riwayat Abu Bakar Albazzar, tafsir Ibnu Katsier juz 7 hal 322).

“Jangan sekali-kali berjuang kerana bangsa kerana Islam tidak pernah dikuatkan oleh bangsa” - Dr Hafidzi

It’s a war. We can’t do anything. It’ll stop…someday

It will stop… but don’t you want to be with the winning team? ;)

Assalamualaikum..

Mentajdidkan niat, Mengikut syariat.


Bismillahirrahmanirrahim.

Intai tajuk boleh teka kot pasal apa kan?

Niat, syariat…. These two things are very important in making sure that our ‘Ibadah is valid right? The absence of one of those two can lead to the uselessness of our good deeds (amal soleh).

Solatlah kamu sebanyak mana pon, kalau tak ikut syariat ,maka sia-sialah solat kamu. Contoh mudah, kamu solat subuh 4 rakaat. Ya memang kamu solat, tapi bukan itu yang syariat tetapkan kan?

Infaq all you want, but if your intention is for attention of people. Then, dang! Sorry dude, your deeds will just go into the dustbin even though your pocket is getting thinner.

RM 2 + lillahi ta’ala = masuk akaun pahala

RM 50 + ‘hei hei lihatlah aku menderma ni’ = 0

(Kalau orang yang demikian dikira dari bilangan orang-orang yang mendustakan ugama), maka kecelakaan besar bagi orang-orang Ahli Sembahyang. (laitu) mereka yang berkeadaan lalai daripada menyempurnakan sembahyangnya; (Juga bagi) orang-orang yang berkeadaan riak (bangga diri dalam ibadat dan bawaannya), (Al-Ma'un : 4-7)

Remember, it’s not the physical appearance that matters; it’s what you have inside.

And as you can clearly see, my blabbering today will be about intention (niat).

Firstly, I’m (of course) not the best person to write about this, as I, myself have difficulty in straightening my intentions. Getting your intention straight and right is not as simple as it sounds. And not as easy as what I’m trying to portray in this post today.

Ok, suka bebel jauh… sekarang masuk dalam landasan balik.

Sepatutnya, seharusnya, setiap daripada amal kita mesti lah ada niatnya masing-masing kan?

Pergi sekolah nak belajar.

Tidur nak rehat.

Mandi nak wangi.

Betul ke macam tu? Ok, yes, it is an ‘intention’ but it wont take us anywhere because it’s clearly not inclined with what ‘intention’ really means based on syariat.

Maksud niat berdasarkan syariat : Gerak hati melaksanakan sesuatu perkejaan dengan tujuan mencari keredhaan ALLAH s.w.t

Those intentions I stated above lack a common thing, that is… to seek for the pleasure of Allah. This one common, simple point can twist everything around.

And before I go and do more of blabbering…

Ok. Itu ibadah am. Kalau ibadah khusus?

Ramai orang tak tahu (or to be exact, tak sedar) yang diorang boleh dapat pahala free2 dalam perbuatan seharian diorang.

Berbeza dengan ibadah khusus, orang tahu itu satu bentuk ibadah, pengabdian kepada Allah. Tapi kalau tahu saja, sedar tak ada?

Situasi si A.

Dia Muslim. Dia solat, puasa bulan Ramadhan, pergi haji. Bila ditanya kenapa…

“Ish.. mestilah kene buat semua tu. Semua orang ISLAM pon buat. MALU lah kalau tak solat. Nanti orang kata apa pulak.”

Ding dong! Ouch, sebab tu je ke?

“Kalau puasa dapatlah turunkan berat badan sikit. Hihi.”

=_=’

Nampak tak ke’slack’an ‘ibadah si A di atas? Beribadah kerana manusia. Bukan setakat tak dapat pahala, tambah dosa lagi. Dosa riya’. Si A di atas tahu dia kene solat, tapi mungkin kurang sedar. Macam mana pulak dengan orang yang sedar dan tahu? Tahu dah. Sedar pon dah. Cuma, kurang rasa kot? Maka berlakulah krisis dalaman dekat hati yang memang mudah berbolak-balik.

"Sesungguhnya dinamakan qolbun karena gampang berbolak-balik. Sesungguhnya perumpamaan hati adalah seperti bulu yang tergantung di atas pohon yang dapat di bolak-balikkan hembusan air, ke kiri dan ke kanan". (HR. Ahmad: 4/408 dan dalam Shohih Jami': 2365).

Monolog dalaman si B

“Aku nak bagi tazkirah lah lepas Maghrib ni… Moga-moga masuk lah ke hati sahabat2 yang lain. Balighu anni walau ayah. Fighting!”

Selesai tazkirah

“ Huu, best tazkirah aku kasi hari ni. Bertambahlah respek orang kt aku.”

Ouch!

Niat bukan hanya perlu betul ketika nak mula. Ia perlu lurus dari mula, ketika dan selesai sesuatu amal. Sama macam memasak. Step 1 dah betul tapi kalau step 2 atau 3 tersalah ‘sikit’, maka tak umpph lah masakan tu. Tapi tapi, kalau pon step seterusnya tersilap, masih ada ruang untuk baiki masakan kan? Kurang garam tambah garam. Kurang gula, tambah gula.

And the same thing can happen in this matter too. Every time we feel like we are doing something for the sake of others, and not because of the Almighty, ask forgiveness from HIM.

Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas (melakukan dosa), janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah… (al-Zumar: 53)

Do istighfar a lot. And Renew our niat regularly. The devil is too sly and they won’t stop making us astray from Allah till The Day of Judgement.

Iblis berkata: Berilah tempoh kepadaku hingga hari mereka dibangkitkan (hari kiamat)”. Allah berfirman: “Sesungguhnya engkau dari golongan yang diberi tempoh (ke suatu masa yang tertentu)”. Iblis berkata: “Oleh kerana Engkau (wahai Tuhan) menyebabkan daku tersesat (maka) demi sesungguhnya aku akan mengambil tempat menghalangi mereka (dari menjalani) jalanMu yang lurus. (Al-A'raf : 14-16)

OK too much of blabbering. In one compound sentence, my point is; Keep our intentions straight for the sake of Allah because we are aiming for mardhatillah kan? Akhir sekali, yok tengok hadis pertama daripada hadis 40 ni.

Tiap-tiap amal harus disertai dengan niat. Balasan bagi setiap amal manusia, ialah pahala bagi apa yang diniatkannya. Maka barangsiapa (niat) hijrahnya kerana Allah dan RasulNya, baginya pahala hijrah kerana Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa (niat) hijrahnya kerana dunia yang hendak diperolehinya atau kerana perempuan yang hendak dikahwininya, maka (pahala) hijrahnya sesuai dengan niatnya, untuk apa dia hijrah."

Thursday, July 14, 2011

menulis satu wadah.


In the name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful.

Sudah lama tak menulis, sibuk? Tak. Kering idea? Mungkin. Malas? Agaknya. Tak tahu nak mula. Yup, that’s why. I don’t know whether to write in Malay or English.

My English is not any good, but I love using it. (hei hei practices make perfect right?) Malay language is my daily language, yet I feel awkward when using it for writing. So… I decided to use Arabic Language……….. joking! Okay, not funnyyy. =_=’’

I’ll just use bahasa rojak, can I?

I’ve deleted all of my posts from the past. Ok, lets start all over again now. =)

Well as the title read above, “writing as a medium”.

Medium untuk apa kah? The focus of my post today will be about the importance of writing in spreading… words.

It can be good things or the other way around.

Writing is like money. Some people know how to use it wisely. They pay their zakat, they do sadaqah and use it to buy their needs in daily lives. Some are great enough and they spend it in the path of Allah.

They even work hard to gain it.

The same goes to writing. To be able to write well, we’ll need a lot of practices. Do you recognize JK Rowling? She started to write when she was 5 years old and now look where she’s standing right now. Who else? Hilal Asyraf! I am an avid reader of his blog. His writing was not that good in the beginning (what I mean is, now his writing is better) but he’s blooming so well now. See?

Hard work will pay off.

Er rasa macam lari topik je. Ok , masuk trek balik jom.

As I mention above, some people use their money for goods and some er unfortunately just wasted their money for wrongful things (drugs, cigarettes, lottery, just to name a few).

This thing applies to writing as well. In this globalized world (ayat karangan : Dewasa kini), many people seem not to appreciate their ability in writing. They spread lies, badmouth others and blabber nonsense things through their writing. (er I’m blabbering too….) Which is not good because in the end, all of our doings will go into our ‘account of deeds’ in the hereafter.

So, it’s actually as simple as this,

Beneficial writing = duit masuk dalam akaun pahala, yay!

Lies, fitnah, etc = duit dalam akaun dosa bertambah2… alaa….

Jadi… kawan2, jom jadikan penulisan sebagai alat kita untuk menambah saham dekat ‘sana’ . Kalau tak banyak, sikit pon jadi lah. Jangan pulak kita biarkan penulisan kita yang menghalang kita untuk masuk syurga nanti.

Setiap amalan akan ditanya kan?

“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, nescaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”

(Al-zalzalah 99:7-8)

Pesanan terakhir dari budak yang keliru dengan bahasa apa yang patut digunakan...

“ Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaan. Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu). Dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.”

(As-syams 91:8-10)

The choice is in our hand.

What type of clothes that we want to wear? Menutup atau membuka.

What type of entertainment that we want to enjoy? Melalaikan atau mengingatkan.

What type of food that we want to have? Halal atau haram.

What type of feeling that we want to have inside? =) atau =(

Anddd what kind of words that we want to spread? Kata-kata yang membawa manusia ke jalan haq atau kebatilan?

Choose wisely yeah. =)) Assalamualaikum.

Footnote : The idea of writing this comes from the newspapers (or news on TV) that seem to lose their function more and more nowadays. Hello, bukankah surat khabar berfungsi untuk mengkhabarkan kejadian-kejadian yang berlaku di sekitar rakyat dengan telus, jujur, amanah, tanpa penipuan dan tanpa menambah plot, karakter atau pengajaran2 yang bertujuan memanipulasi . Bukan juga tempat untuk merekrut penulis2 cereka, fiksyen atau lagenda untuk dibaca kanak-kanak bawah umur. (nah terkeluar ayat karangan ). Lastly, be fair. Be just. Don’t lie. We’re not stupid.